MitraPol.id BENGKALIS, – Jajaran di bawah naungan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat di sektor ketahanan pangan nasional tahun 2026.
Melalui pendampingan langsung ke lapangan, aparat kepolisian aktif mendorong sekaligus membantu kelompok tani dalam mengoptimalkan budidaya jagung pipil sebagai salah satu komoditas strategis untuk mewujudkan swasembada pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
Kapolsek Bengkalis, , menegaskan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tani bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan. Menurutnya, jagung pipil dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun pakan ternak.
“Personel Polsek Bengkalis secara rutin turun langsung ke lahan pertanian guna memantau perkembangan tanaman bersama para petani. Mulai dari pengairan, penyiangan gulma, pemupukan hingga pengendalian hama terus kami dampingi agar pertumbuhan tanaman berjalan optimal,” ujar IPTU Hendro Wahyudi,SH,MH Rabu (20/05/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi fokus pendampingan berada di lahan pertanian milik Kelompok Tani BUMDes Dara Sembilan, Desa Senggoro. Di atas lahan seluas sekitar 0,5 hektare tersebut, terdapat kurang lebih 4.000 batang jagung pipil yang dirawat menggunakan sistem pengairan sumur dan tali air.
Berdasarkan hasil pemantauan rutin oleh Bhabinkamtibmas, tanaman jagung tersebut diperkirakan memasuki masa panen raya pada akhir Mei 2026.
Dukungan aktif dari aparat kepolisian ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat. Ketua Kelompok Tani BUMDes Dara Sembilan Desa Senggoro, , menyebut pendampingan rutin yang dilakukan Polsek Bengkalis menjadi motivasi tambahan bagi para petani dalam mengelola lahan secara maksimal.
“Pendampingan dari pihak kepolisian sangat membantu kami, terutama dalam menghadapi kendala teknis perawatan tanaman. Kami optimistis hasil panen jagung pipil tahun ini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis,” ungkap Farwan.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani, berharap pemanfaatan lahan produktif di wilayah pesisir Riau dapat terus berkembang dan menginspirasi masyarakat lainnya untuk ikut berperan dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.*(Tengku)












