MITRAPOL-ID- MERANTI — Upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah terus didorong Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti. Melalui program Green Policing Goes To School, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., turun langsung memberikan edukasi kepada para pelajar di Sekolah Patria Dharma Selatpanjang, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dengan menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian penting dari upaya pencegahan kerusakan alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta abrasi.
Di hadapan para siswa, Kapolres Gede mengajak generasi muda tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi mengambil peran sebagai pelopor dan agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui penindakan. Pencegahan harus dimulai dari perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat, termasuk meninggalkan praktik membuka lahan dengan cara membakar atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai memerun.
“Kami ingin adik-adik memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Jangan membakar hutan dan lahan. Kita harus menjaga alam karena ketika kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita,” ujar Gede.
Ia menilai pelajar memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga vegetasi dan lingkungan sekitar, menurutnya, merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem.
Kapolres pun mendorong para siswa untuk membawa pesan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Adik-adik harus menjadi pelopor penghijauan. Mulailah dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan sekitar agar ekosistem tetap terpelihara,” pesannya.
Selain berbicara mengenai penghijauan, Kapolres juga mengingatkan para pelajar mengenai konsekuensi hukum dari pembakaran hutan dan lahan.
Pesan tersebut dinilai penting mengingat karhutla bukan hanya berdampak terhadap kualitas udara dan kelestarian ekosistem, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian sosial, ekonomi hingga persoalan hukum bagi pihak yang melakukan pembakaran secara melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
Agar materi lebih mudah dipahami, jajaran Polres Kepulauan Meranti turut menayangkan video animasi edukatif mengenai Green Policing.
Suasana kegiatan kemudian berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun menjawab berbagai persoalan seputar pencegahan karhutla dan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sejumlah siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik mendapatkan bingkisan langsung dari Kapolres.
Ketua Yayasan Patria Dharma, Jumaidi, S.Kom., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polres Kepulauan Meranti yang memberikan edukasi lingkungan secara langsung kepada para siswa.
Menurutnya, kegiatan semacam itu memberikan nilai edukatif yang penting karena siswa memperoleh pemahaman mengenai lingkungan sekaligus mengetahui konsekuensi yang dapat timbul apabila terjadi pelanggaran terhadap lingkungan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolres beserta rombongan yang telah hadir di sekolah kami untuk memberikan pemahaman tentang Green Policing kepada para siswa,” kata Jumaidi.
Program Green Policing Goes To School tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi di ruang sekolah. Lebih jauh, pesan yang disampaikan dapat diteruskan para pelajar kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Di tengah tantangan karhutla dan kerusakan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, edukasi kepada generasi muda menjadi salah satu investasi penting untuk membangun budaya menjaga alam.
Polres Kepulauan Meranti berharap para pelajar dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya memahami pentingnya lingkungan, tetapi juga berani mengambil peran nyata dalam menjaganya.***












