MITRAPOL-ID- MERANTI – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan adanya peningkatan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada pertengahan tahun 2026. Kenaikan grafik kasus mulai terlihat sejak akhir Mei dan terus meningkat pada Juni, sehingga berbagai langkah pencegahan langsung diperkuat oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Ade Suhartian, S.H., M.M., melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Widya Nengsih, S.K.M., saat dikonfirmasi awak pada Kamis (6/8/2026), mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah setelah melihat tren peningkatan kasus tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai bahaya dan pencegahan HIV.
Menurut Widya Nengsih, upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan sejak 2025. Dinas Kesehatan telah menyebarkan berbagai materi edukasi melalui media sosial, media massa, website Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga memproduksi film atau video pendek bertema pencegahan HIV. Materi tersebut juga didistribusikan ke seluruh puskesmas untuk mendukung kegiatan penyuluhan, baik di dalam maupun di luar gedung pelayanan kesehatan.
Selain edukasi, Dinas Kesehatan juga melaksanakan skrining HIV kepada kelompok sasaran melalui berbagai program, seperti pemeriksaan calon pengantin (catin), program skrining kesehatan, serta pemeriksaan pada kelompok yang dinilai memiliki faktor risiko. Pelaksanaan skrining juga dilakukan berdasarkan permintaan atau kebutuhan di lokasi tertentu yang dianggap memerlukan pemeriksaan.
Widya Nengsih menjelaskan, pemeriksaan HIV memiliki karakteristik berbeda dengan penyakit menular lainnya seperti tuberkulosis (TBC). Menurutnya, pemeriksaan HIV dilakukan secara sukarela sehingga petugas kesehatan tidak dapat memaksa seseorang untuk menjalani tes. Persetujuan dari individu yang bersangkutan menjadi syarat utama dalam proses pemeriksaan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan, di antaranya menjaga kesetiaan kepada satu pasangan, menghindari perilaku seksual berisiko, serta tidak memberikan stigma atau diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, penularan HIV memiliki mekanisme yang spesifik dan tidak terjadi melalui interaksi sosial biasa sebagaimana masih dipahami keliru oleh sebagian masyarakat.Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Kesehatan, hingga saat ini terdapat 26 orang yang terdeteksi positif HIV di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kasus tersebut ditemukan pada berbagai kelompok, mulai dari pasangan suami istri, ibu rumah tangga hingga anak. Dinas Kesehatan menyebut dugaan penularan didominasi oleh perilaku seksual berisiko, meski penelusuran penyebab setiap kasus tetap dilakukan sesuai prosedur epidemiologi.
Widya Nengsih menambahkan, apabila seorang suami dinyatakan positif HIV, petugas kesehatan akan menganjurkan istri dan anak untuk menjalani pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan penularan dalam keluarga. Namun demikian, pemeriksaan tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing kasus, termasuk riwayat tinggal bersama maupun faktor risiko lainnya.
Terkait keterbukaan data, Dinas Kesehatan menegaskan hanya memiliki data dalam bentuk rekapitulasi angka dan tidak menyimpan data identitas pasien secara terbuka. Informasi berdasarkan nama hanya dapat diakses oleh fasilitas kesehatan yang menangani pasien dan harus mendapat persetujuan dari pasien atau walinya sesuai ketentuan kerahasiaan medis.
Dari total 26 kasus HIV yang tercatat hingga pertengahan tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 12 orang. Sementara itu, Kecamatan Rangsang Pesisir mencatat 5 kasus, Kecamatan Rangsang dan Pulau Merbau masing-masing 3 kasus, Kecamatan Tebing Tinggi Barat 2 kasus, serta Kecamatan Rangsang Barat 1 kasus. Secara keseluruhan, jumlah kasus HIV yang terdata sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 26 orang.***
Sumber: Suararakyat.info












