Breaking News
Berita  

Bupati Asmar Ajak Calon Kades dan Pendukung Jaga Kondusifitas Pilkades Meranti 2026

MITRAPOL-ID- MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar mengajak seluruh calon kepala desa (kades) beserta tim pendukung menjaga keamanan dan situasi kondusif selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Pesan tersebut disampaikan Asmar saat menghadiri Deklarasi Damai Pemilihan 12 Kepala Desa Serentak Kabupaten Kepulauan Meranti 2026 di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 33 calon kepala desa akan berkompetisi memperebutkan 12 kursi kepala desa dalam Pilkades Serentak 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Sitorus, perwakilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah H. Sudandri, S.H., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Asroruddin, M.Si., unsur TNI, serta para calon kepala desa dari 12 desa peserta Pilkades.

Dalam arahannya, Asmar meminta seluruh calon kepala desa menjadikan deklarasi damai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen bersama untuk menjaga seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman, tertib dan demokratis.

«“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen dan janji bersama untuk siap menang, siap kalah, serta menjaga stabilitas dan ketenteraman daerah selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung,” kata Asmar.»

Ia mengingatkan para calon agar berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan visi, misi dan program kerja yang membangun. Para calon juga diminta menghindari politik uang, provokasi, fitnah, kampanye hitam serta penyebaran informasi yang tidak benar.

Menurut Asmar, Pilkades merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa. Kepala desa terpilih nantinya memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penggerak pembangunan dan kesejahteraan desa.

«“Jangan sampai perbedaan pilihan merusak tatanan sosial dan merobek ikatan persaudaraan kita. Kita harus menjunjung tinggi adat, sopan santun dan kekeluargaan,” ujarnya.»

Asmar juga meminta para calon memiliki sikap legawa dan berjiwa besar dalam menghadapi hasil pemilihan. Ia menegaskan bahwa kemenangan merupakan amanah, sedangkan kekalahan bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat.

«“Siapa pun yang terpilih nanti, dialah putra-putri terbaik yang harus kita dukung bersama demi kemajuan desa,” katanya.»

Polisi Ingatkan Calon Kendalikan Pendukung

Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Sitorus mengingatkan seluruh calon kepala desa dan tim pendukung agar mematuhi ketentuan selama tahapan Pilkades berlangsung.

Ia menyebut Pilkades Serentak 2026 telah memasuki tahapan penetapan calon dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan kampanye serta pemungutan suara.

«“Kami berharap semua calon kades mematuhi semua ketentuan yang berlaku,” ujar Detis.»

Ia meminta para calon memahami kegiatan yang diperbolehkan maupun yang dilarang sesuai regulasi tentang desa dan ketentuan daerah yang berlaku, termasuk Peraturan Bupati Kepulauan Meranti Nomor 31 Tahun 2017.

Menurutnya, Pilkades merupakan proses demokrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, perbedaan pilihan tidak boleh berkembang menjadi konflik antarwarga.

«“Calon pemimpin desa adalah orang-orang yang mampu memberikan contoh yang baik. Kalau kita ingin masyarakat tertib, maka calon pemimpinnya pun harus tertib,” tegasnya.»

Detis juga mengingatkan agar kampanye dilakukan secara tertib dan tidak disertai tindakan yang dapat memicu konflik, seperti saling menyudutkan, menghina, melakukan intimidasi maupun provokasi.

Ia secara khusus meminta setiap calon kepala desa mampu mengendalikan tim sukses, relawan, simpatisan dan pendukung masing-masing.

«“Setiap calon kepala desa bertanggung jawab secara moral untuk memberikan arahan yang jelas kepada seluruh tim sukses, relawan, simpatisan dan pendukungnya. Jangan sampai calon kepala desa menyampaikan pesan damai di depan masyarakat, tetapi di belakang justru membiarkan pendukung melakukan provokasi,” katanya.»

Selain itu, para calon dan pendukung diminta bijak menggunakan media sosial selama masa kampanye.

Detis mengingatkan bahwa informasi di media sosial dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.

«“Satu kalimat dapat tersebar dalam hitungan detik. Satu foto dapat menimbulkan persepsi dan kesalahpahaman, satu informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan,” ujarnya.»

Dalam deklarasi tersebut, para calon kepala desa menyatakan komitmen untuk melaksanakan seluruh tahapan Pilkades secara damai dan bermartabat, menaati peraturan perundang-undangan, menciptakan situasi kondusif, siap menang dan siap kalah, serta tidak melakukan pelanggaran pidana maupun perdata.

Deklarasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan oleh seluruh calon kepala desa, Bupati Kepulauan Meranti dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah

Polres Kepulauan Meranti bersama TNI, pemerintah daerah, panitia Pilkades dan seluruh unsur terkait menyatakan siap menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing untuk menjaga seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 berjalan aman dan tertib.

Terciptanya Pilkades yang aman juga membutuhkan dukungan seluruh calon, tim pendukung dan masyarakat.***