Mitrapol.id : AIR PUTIH — Sikap tidak terpuji ditunjukkan oleh seorang oknum pegawai KSOP saat kegiatan Car Free Day (CFD) yang diisi dengan gotong royong oleh masyarakat di kawasan Air Putih.
Kegiatan sosial yang seharusnya mempererat hubungan antara masyarakat dan instansi pemerintah justru ternodai oleh tindakan arogan. Oknum tersebut diduga melontarkan kata-kata kasar kepada warga yang tengah membersihkan area.
Insiden bermula ketika warga melakukan pembersihan lahan di sekitar kantor KSOP. Dalam proses tersebut, terdapat satu batang pohon kelapa yang dipersoalkan oleh oknum pegawai yang mengaku sebagai pihak yang menanamnya. Namun, alih-alih menyelesaikan persoalan secara baik, yang bersangkutan justru menunjukkan sikap emosional dan tidak mencerminkan etika seorang aparatur negara.
“Padahal kami sudah menyampaikan permohonan maaf, tapi justru dibalas dengan kata-kata kasar. Ini sangat tidak pantas,” ujar Doni, warga setempat.
Warga menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan tanah negara, sehingga klaim pribadi atas tanaman di atasnya tidak seharusnya menjadi alasan untuk bersikap semena-mena terhadap masyarakat.
Lebih jauh, masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai bentuk arogansi dan penyalahgunaan posisi, yang mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
“Ini bukan lagi soal pohon kelapa. Ini soal sikap. Seorang abdi negara seharusnya memberi contoh yang baik, bukan malah menunjukkan perilaku yang tidak beradab,” tegas warga.
Masyarakat secara terbuka menuntut klarifikasi dan permintaan maaf resmi dari oknum pegawai tersebut. Jika tidak ada itikad baik, warga tidak menutup kemungkinan akan melaporkan kejadian ini kepada pimpinan KSOP maupun instansi terkait untuk ditindaklanjuti secara serius.
“Kami minta ini tidak dianggap sepele. Harus ada pertanggungjawaban,” tutup Doni.
Laporan : TNF










