MITRAPOL-ID- MERANTI – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyambut dan mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah pesisir Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi diawali dengan pelepasan rombongan dari Mapolres Kepulauan Meranti. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Pelabuhan Om Rin menggunakan kempang dan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Peranggas hingga Puskesmas Kedabu Rapat.
Setibanya di Puskesmas Kedabu Rapat, rombongan melaksanakan sejumlah kegiatan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya penyerahan Bendera Merah Putih, pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penanaman pohon di lingkungan puskesmas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan menuju Pos Satkamling Desa Kedabu Rapat dengan penyerahan sebanyak 100 lembar Bendera Merah Putih kepada Kepala Desa Kedabu Rapat.
Selain itu, Polda Riau turut menyerahkan bantuan kepada masyarakat nelayan serta bantuan sosial kepada masyarakat Desa Tanah Merah yang membutuhkan.
Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah peninjauan kawasan pesisir yang mengalami abrasi di Desa Tanah Merah. Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penanaman sebanyak 1.200 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membantu mengurangi dampak abrasi di wilayah pesisir.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Riau dan Polres Kepulauan Meranti yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Riau atas pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Muzamil.
Menurutnya, Ekspedisi Merah Putih Presisi memiliki makna strategis karena dilaksanakan di wilayah perbatasan dan pulau terluar Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Mari sama-sama, di wilayah perbatasan negara, di pulau terluar ini, kita pastikan Merah Putih tetap berkibar dan NKRI adalah harga mati,” tegasnya.
Muzamil juga menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan masih membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih besar, khususnya dalam peningkatan infrastruktur, perekonomian, pendidikan, kesehatan, serta penanganan persoalan lingkungan.
“Keadaan di perbatasan ini tidak sedang baik-baik saja. Perlu sentuhan. Negara harus hadir di perbatasan ini. Dengan segala kekurangan infrastruktur, persoalan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, perlu sentuhan-sentuhan yang lebih baik, lebih menyentuh, dan lebih humanis,” ungkapnya.
Terkait abrasi, Muzamil mengatakan terdapat sejumlah titik pesisir di Pulau Rangsang yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan.
“Untuk abrasi ini, kita harus terus berjuang dan berkolaborasi agar persoalan abrasi dapat kita selesaikan secara bertahap,” katanya.
Ia menilai upaya penanaman mangrove merupakan langkah positif dalam menjaga ekosistem pesisir. Namun demikian, penanganan abrasi membutuhkan sinergi dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Kepala Desa Tanah Merah, Amansyah, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Polda Riau terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di wilayahnya.
Menurutnya, abrasi menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi masyarakat Desa Tanah Merah karena terus mengikis daratan dan berpotensi mengancam permukiman warga.
“Desa kami menghadapi ancaman abrasi yang sangat serius setiap hari. Abrasi ini sangat mengikis daratan, mengancam pemukiman, dan meresahkan warga kami,” ujarnya.
Amansyah mengatakan pemerintah desa telah berupaya melakukan berbagai langkah dan berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mengatasi abrasi pantai.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Kapolda melalui aksi penanaman mangrove. Bantuan ini sangat berarti untuk menyelamatkan masa depan desa kami,” katanya.
Selain penanganan abrasi, Amansyah juga mengapresiasi bantuan mesin ketinting bagi masyarakat nelayan serta bantuan sosial bagi warga kurang mampu.
Ia menjelaskan, sekitar 90 persen masyarakat Desa Tanah Merah menggantungkan kehidupan dari sektor nelayan. Karena itu, dukungan terhadap sektor perikanan dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Polda Riau, Kombes Pol. Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan program Kapolda Riau dalam rangka memperkuat pelayanan kepolisian, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan nasionalisme di wilayah 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal.
“Kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau bertujuan untuk menjembatani pelayanan kepolisian, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan nasionalisme di wilayah 3T,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut telah dilepas oleh Kapolda Riau sejak 1 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Kepulauan Meranti, kegiatan difokuskan pada pelayanan masyarakat, penanganan lingkungan pesisir melalui program Green Policing, pelayanan kesehatan gratis, penanaman mangrove, serta pemberian bantuan kepada masyarakat nelayan.
“Kita melakukan kegiatan penanaman pohon di darat maupun di tepian laut dengan melakukan penanaman mangrove. Selain itu, kita juga memberikan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan mesin ketinting kepada para nelayan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut baik sinergi tersebut dan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah desa, serta masyarakat dapat terus diperkuat dalam menjaga lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau terluar.***(Khairul)












