MITRAPOL.ID BENGKALIS – Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Personel Polsek Bengkalis, Polres Bengkalis, kembali turun langsung mendampingi petani dalam merawat tanaman jagung pipil di Desa Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis, Rabu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh AIPTU Yozi Yanefri bersama AIPDA Nick Umbara Dika di lahan pertanian milik warga yang berada di kawasan Bathin Alam, Gang Maulana, RT 008/RW 004, Desa Kuala Alam.
Dengan mengenakan seragam dinas, kedua personel Polri tampak membaur bersama petani melakukan perawatan tanaman jagung. Kegiatan meliputi pembersihan gulma, pemeriksaan kondisi tanaman, hingga memastikan kebutuhan air dan nutrisi tanaman tetap terpenuhi agar hasil panen nantinya optimal.
Kapolsek Bengkalis IPTU Hendro Wahyudi, S.H., M.H. mengatakan, pendampingan tersebut merupakan implementasi dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Perawatan jagung pipil membutuhkan perhatian yang berkelanjutan agar hasil panennya maksimal. Kehadiran personel kami di tengah petani diharapkan dapat memberikan semangat, motivasi, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Kapolsek.
Ia menegaskan, Polsek Bengkalis akan terus berperan aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pertanian mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para petani mengaku merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk terus mengembangkan sektor pertanian, khususnya budidaya jagung pipil yang menjadi salah satu komoditas andalan dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis.
Melalui kegiatan ini, Polsek Bengkalis menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan serta memperkuat kemandirian pangan nasional.*(Tengku)












