Breaking News
Daerah  

Kasus DBD Meningkat, RSUD Bengkalis Siaga Penuh: Obat, Darah hingga Ruang Rawat Dipastikan Aman

MITRAPOL.ID BENGKALIS – Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis mencatat tren kenaikan jumlah pasien, terutama sejak Mei hingga Juni.

Menghadapi kondisi tersebut, RSUD Bengkalis memastikan seluruh layanan kesehatan berada dalam kondisi siaga. Ketersediaan obat-obatan, cairan infus, stok darah, ruang rawat inap, hingga tenaga kesehatan telah dipersiapkan agar seluruh pasien dapat memperoleh pelayanan secara cepat, aman, dan optimal.

Direktur RSUD Bengkalis, dr. Azahari Effendy, melalui Kepala Bidang Pelayanan, Ns. Tino Suhendro, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi peningkatan kasus DBD.

Kami telah mengantisipasi peningkatan kasus DBD dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, cairan infus, stok darah, serta kesiapan ruang rawat inap dan tenaga kesehatan. Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan optimal,” ujar Tino, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, RSUD Bengkalis juga terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) untuk menjamin seluruh kebutuhan pelayanan pasien, khususnya ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Sinergi dengan Dinas Kesehatan dan UTDRS terus kami perkuat agar seluruh kebutuhan pelayanan pasien dapat dipenuhi dengan baik. Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Di tengah meningkatnya kasus DBD, RSUD Bengkalis turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah penyebaran penyakit tersebut melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mengabaikan gejala awal DBD. Apabila mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari yang disertai nyeri otot, mual, muntah, muncul bintik merah pada kulit, atau gejala lain yang mengarah pada DBD, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam keselamatan pasien.

Dengan kesiapan yang telah dilakukan, RSUD Bengkalis menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, aman, dan berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue melalui pelayanan medis yang optimal serta edukasi kepada masyarakat.(Tengku)

error: Content is protected !!