Breaking News
Berita  

K3 Jadi Fondasi UMKM Kuliner, Eko Priyono Dorong Pelaku Usaha Bangun Budaya Kerja yang Aman dan Profesional

MITRAPOL-ID- MERANTI — Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak semestinya dipandang sebagai konsep yang hanya relevan bagi industri berskala besar. Di tengah pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya bidang kuliner, penerapan prinsip K3 justru menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang sehat, aman, higienis, dan berkelanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan bagi UMKM binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Meranti yang dilaksanakan di Desa Banglas, Minggu (13/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Eko Priyono, S.E., M.Si., selaku Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, turut mengambil bagian dengan memberikan materi mengenai penerapan K3 kepada para pelaku UMKM kuliner.

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha bahwa keberhasilan UMKM tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas produk dan kemampuan pemasaran, tetapi juga oleh sejauh mana proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kebersihan, serta standar kerja yang baik.

Eko Priyono menyampaikan, penerapan K3 pada sektor kuliner dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari menjaga higienitas lingkungan dan peralatan kerja, memperhatikan kebersihan diri, menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan, hingga menerapkan tata cara kerja yang aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun risiko kesehatan.

Menurutnya, pemahaman terhadap K3 juga memiliki keterkaitan dengan upaya UMKM dalam meningkatkan standar dan legalitas produknya, termasuk dalam proses pengurusan PIRT serta Sertifikat Halal Reguler.

“K3 bukan hanya untuk pabrik besar. Di dapur dan tempat usaha kuliner pun prinsip keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting diterapkan. Hal-hal sederhana seperti higienitas, penggunaan APD dan cara kerja yang aman merupakan bagian dari upaya membangun usaha yang profesional dan berkelanjutan.”

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga hadir tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, tetapi turut berbagi pengalaman sebagai Instruktur Bersertifikat SKKNI BNSP.

Kehadiran kompetensi tersebut memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan, karena materi yang disampaikan tidak berhenti pada aspek teoritis, melainkan diarahkan pada penerapan praktis yang dapat dilakukan langsung oleh para pelaku UMKM dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para pelaku UMKM binaan BAZNAS mengikuti materi dengan penuh perhatian, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas, pengetahuan dan keterampilan masih menjadi bagian penting dalam perjalanan UMKM menuju kemandirian.

Eko Priyono memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah memfasilitasi dan menyelenggarakan kegiatan pembinaan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kuat. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong produk UMKM agar semakin memiliki daya saing.

Lebih jauh, ia berharap pengetahuan mengenai K3 yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha masing-masing.

Sebab, membangun UMKM yang maju bukan hanya berbicara mengenai peningkatan omzet, melainkan juga bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang sehat, proses produksi yang aman, produk yang berkualitas, serta usaha yang memiliki kepastian dan keberlanjutan.

“Semoga ilmu yang dibagikan hari ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM. Kita ingin UMKM Meranti bukan hanya semakin maju secara ekonomi, tetapi juga semakin aman, sehat, profesional dan berkah,” harapnya.

Pembinaan tersebut sekaligus mempertegas bahwa penguatan UMKM membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Produktivitas, keselamatan kerja, higienitas, legalitas dan kualitas produk merupakan mata rantai yang saling berkaitan dalam membentuk pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing.

Maju terus UMKM Meranti. Dari usaha kecil, tumbuh kemandirian ekonomi masyarakat dan lahir kekuatan ekonomi daerah.***(Khairul)