Mitrapol.id— Dugaan pelanggaran etika pelayanan oleh seorang Sales Promotion Girl (SPG) berinisial DN yang bertugas membawa brand Bintang di Foodcourt Pacific, Batam, menjadi sorotan setelah seorang konsumen berinisial AL mengaku merasa terganggu akibat komunikasi yang dinilai telah melampaui batas profesional.
Persoalan tersebut bermula dari kekecewaan AL terhadap pelayanan yang diterimanya. Menurut keterangan AL, komunikasi antara dirinya dengan DN kemudian berlanjut di luar konteks pekerjaan.
AL mengaku telah berupaya menjaga jarak dan menghentikan komunikasi pribadi tersebut. Namun, menurut keterangannya, DN tetap menghubunginya melalui pesan singkat secara berulang.
AL juga menyebut DN telah mengetahui bahwa dirinya telah berkeluarga. Kondisi tersebut, menurut AL, kemudian menimbulkan persoalan dan pertengkaran dalam rumah tangganya.
“Awalnya saya hanya sebagai konsumen. Saya berharap persoalan ini tidak berkembang ke ranah pribadi dan pelayanan tetap dilakukan secara profesional,” ujar AL.
Disebut Pernah Ditegur
Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada salah seorang penanggung jawab di lokasi yang dikenal dengan sapaan “Mami”.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, DN disebut pernah mendapat teguran terkait persoalan serupa. Namun, pihak tersebut menyatakan bahwa dugaan pelanggaran tersebut masih menjadi perhatian internal dan akan disampaikan kepada manajemen sebagai bahan evaluasi.
“DN tersebut sering melakukan kesalahan serupa dan sudah ditegur beberapa kali oleh atasannya. Dengan adanya laporan dari pengunjung saat ini, hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan atau perhatian manajemen,” ujar Mami, sebagaimana disampaikan kepada awak media.
Meski demikian, keterangan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak yang ditemui di lokasi dan belum disertai penjelasan resmi dari manajemen Foodcourt Pacific maupun pihak brand Bintang.
Konsumen Minta Evaluasi
AL berharap pihak manajemen Foodcourt Pacific dan manajemen brand Bintang dapat melakukan evaluasi terhadap dugaan perilaku yang dilaporkannya.
Menurut AL, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut hubungan pribadi, melainkan juga berkaitan dengan profesionalitas pekerja dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.
“Harapan saya, manajemen dapat menindaklanjuti laporan ini secara objektif dan memberikan pembinaan apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap aturan perusahaan,” kata AL.
Ia juga meminta agar standar etika dan tata krama pelayanan kepada pengunjung tetap menjadi perhatian seluruh pekerja di area Foodcourt Pacific.
“Yang paling penting adalah kenyamanan pengunjung dan profesionalitas dalam bekerja. Kalau memang ada aturan perusahaan yang dilanggar, saya berharap manajemen dapat mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menunggu Klarifikasi Manajemen
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen Foodcourt Pacific maupun pihak brand Bintang mengenai dugaan tersebut, termasuk mengenai status DN dan ada atau tidaknya tindakan internal terhadap yang bersangkutan.
Awak media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait agar pemberitaan ini berimbang dan tidak hanya berdasarkan keterangan salah satu pihak.
Redaksi menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan pelanggaran tersebut masih dalam tahap penelusuran dan klarifikasi. DN maupun pihak manajemen tetap memiliki hak untuk memberikan penjelasan, bantahan, atau klarifikasi atas informasi yang diberitakan.
(Bersambung)












