Breaking News
Berita  

“Di Tengah Polemik Kematian MA, Ahli Waris Pilih Ikhlas; NasDem Hadir Beri Penguatan kepada Keluarga”

MITRAPOL-ID- MERANTI — Persoalan meninggalnya MA (26), warga Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, di sebuah hotel di Pekanbaru pada 20 Agustus 2026, masih menjadi perhatian publik.

Di tengah beragam informasi dan narasi yang berkembang, keluarga almarhum menyatakan memilih menerima kepergian MA sebagai sebuah musibah dan mengedepankan sikap ikhlas.

Pernyataan tersebut mengemuka saat jajaran Partai NasDem Provinsi Riau dan Partai NasDem Kepulauan Meranti menyambangi kediaman keluarga almarhum di Kecamatan Merbau, Senin (14/9/2026).

Kunjungan itu tidak hanya menjadi momentum menyampaikan belasungkawa, tetapi juga ruang silaturahmi sekaligus penguatan moral kepada keluarga yang tengah berduka.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Bapilu DPW Partai NasDem Provinsi Riau Dedi Harianto Lubis, Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau Panda Sitondang, serta Ketua DPD Partai NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra.

Turut hadir kader NasDem Meranti Lianita bersama suaminya, Harunsen Siregar.

Kedatangan rombongan disambut ayah almarhum, Sutrisno, bersama istrinya, Arlinda. Pertemuan tersebut turut dihadiri kuasa hukum keluarga, Wawan Kurniawan, SH, kakak kandung almarhum Nur Roihatul Jannah, tokoh agama sekaligus tetangga almarhum Darwin, serta tokoh pemuda Yoldi Asadi dan Firman Syahputra.

Ketua DPD Partai NasDem Kepulauan Meranti, Rony Samudra, mengatakan kehadiran dirinya bersama jajaran DPW dan DPD merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga almarhum.

Rony mengungkapkan dirinya memiliki kedekatan emosional dengan MA. Keduanya pernah sama-sama aktif dalam organisasi asal Meranti di Pekanbaru, sehingga hubungan tersebut berlanjut dalam berbagai aktivitas dan kegiatan organisasi.

“Almarhum ini bukan kader NasDem. Tetapi karena kedekatan kami sejak sama-sama aktif dalam organisasi asal Meranti di Pekanbaru, hubungan itu terus terjalin. Bahkan beberapa kali almarhum ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan,” kata Rony.

Kedekatan tersebut, kata Rony, membuat dirinya tidak melihat MA sebatas seorang kenalan.

“Saya menganggap almarhum seperti adik saya sendiri. Karena itu, hari ini kami datang bukan membawa kepentingan apa-apa. Kami datang sebagai bagian dari keluarga yang ingin menyampaikan rasa duka dan memberikan penguatan kepada keluarga almarhum,” ujarnya.

Rony menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Sutrisno dan Arlinda serta seluruh keluarga besar MA.

Menurutnya, kehilangan seorang anak merupakan pukulan berat yang tidak mudah dilalui. Karena itu, keluarga membutuhkan ruang untuk berduka dan mendapatkan ketenangan.

“Tidak ada kata-kata yang benar-benar cukup untuk menggambarkan rasa kehilangan itu. Kami hanya ingin keluarga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami ikut berduka dan akan terus menjaga silaturahmi ini,” tuturnya.

Ia juga memastikan hubungan silaturahmi dengan keluarga almarhum tidak berhenti pada kunjungan tersebut.

“Jangan anggap kami datang hanya hari ini. Insyaallah tali silaturahmi akan terus kita jaga. Saya berharap keluarga juga menganggap kami sebagai keluarga. Kalau ada yang bisa kami bantu dalam batas kewajaran, tentu kami akan berusaha hadir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rony turut menyoroti berbagai informasi dan narasi yang berkembang setelah meninggalnya MA.

Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak ditarik ke ranah kepentingan tertentu yang justru berpotensi memperpanjang persoalan dan mengganggu ketenangan keluarga.

Rony juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati keluarga almarhum, terlebih nama kader NasDem Lianita Muharni turut disebut dalam sejumlah narasi mengenai rangkaian peristiwa sebelum MA meninggal dunia.

Menurutnya, apa pun informasi yang berkembang di tengah masyarakat, keluarga almarhum tetap harus ditempatkan sebagai pihak yang perlu dihormati dan diberikan ruang untuk menjalani masa duka.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ahli Waris, Wawan Kurniawan, SH, menyampaikan sikap keluarga secara tegas.

Menurut Wawan, orang tua MA selaku ahli waris telah menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah.

“Ahli waris selaku orang tua dari almarhum telah menerima secara ikhlas meninggalnya almarhum sebagai musibah. Para pihak selaku ahli waris tidak akan melakukan upaya hukum apa pun hingga kemudian hari,” kata Wawan.

Pernyataan tersebut, lanjutnya, merupakan sikap keluarga yang perlu dihormati.

Ia berharap masyarakat tidak lagi memperkeruh suasana dengan berbagai narasi yang berpotensi menambah beban psikologis keluarga yang masih berada dalam suasana duka.

“Ahli waris meminta kepada kita semua untuk mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Tokoh masyarakat sekaligus tetangga almarhum, Darwin, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap berkembangnya berbagai narasi di tengah masyarakat.

Ia meminta tidak ada pihak yang menjadikan musibah tersebut sebagai sarana menyerang pihak lain ataupun mengejar kepentingan tertentu.

“Kami tidak takut terhadap guncangan dari luar, termasuk keluarga sendiri. Gak ada keuntungan bagi kita, kerugian yang ada,” ujar Darwin.

Menurut Darwin, orang tua MA sudah menghadapi kehilangan yang berat. Karena itu, persoalan yang tidak diperlukan seharusnya tidak kembali dibesar-besarkan sehingga menambah beban keluarga.

“Apalagi orang tuanya (almarhum) menderita macam itu dibuat masalah yang tidak-tidak lagi,” tuturnya.

Darwin mengaku telah mengenal MA sejak lama dan mengenang almarhum sebagai sosok yang baik.

“Kami menilai anak kami (almarhum) dari awal. Kami sudah 41 tahun di sini. Kebetulan anak saya dengan almarhum kompak memang mulai dari SD,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan bahwa keluarga telah memilih untuk mengikhlaskan kepergian MA dan berharap sikap tersebut tidak diganggu oleh kepentingan apa pun.

“Biarkan orang menafsirkan yang lain, itu urusan dia. Yang penting kita sebagai keluarga sudah kita ikhlaskan,” pungkasnya.

Kunjungan jajaran Partai NasDem Riau dan Kepulauan Meranti kemudian ditutup dengan ziarah ke makam MA.

Di hadapan pusara almarhum, rombongan memanjatkan doa agar MA mendapatkan ampunan dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Di tengah berbagai narasi yang masih berkembang, sikap keluarga untuk memilih ikhlas menjadi pesan utama dari pertemuan tersebut: bahwa di balik sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik, terdapat keluarga yang sedang berusaha menerima kehilangan dan membutuhkan ketenangan.

Kini, keputusan ahli waris untuk mengikhlaskan kepergian MA diharapkan dapat menjadi sikap yang dihormati seluruh pihak, sekaligus menjadi momentum untuk mengedepankan empati, ketenangan, dan penghormatan terhadap keluarga yang ditinggalkan.***