MITRAPOL-ID- TEBING TINGGI BARAT — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi panggung artikulasi gagasan arah pembangunan kawasan pedesaan. Di tengah dinamika kontestasi tersebut, Calon Kepala Desa Nomor Urut 3, Fadli, menghadirkan narasi pembaharuan yang berfokus pada reformasi tata kelola pemerintahan desa dan penguatan modal sosial-ekonomi masyarakat.
Fadli menegaskan bahwa partisipasinya dalam kontestasi politik tingkat lokal ini bertumpu pada komitmen pengabdian serta upaya mentransformasi potensi Desa Insit secara komprehensif.
“Orientasi utama kami adalah mewujudkan Desa Insit yang maju, berdaya, berkelanjutan, dan berakhlak mulia. Capaian tersebut diikhtiarkan melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, akselerasi pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkeadilan, serta pembentukan sumber daya manusia generasi muda yang kompetitif,” ujar Fadli saat menyampaikan agenda strategisnya kepada awak media, Senin (31/8/2026).
Guna mengoperasionalkan visi besarnya, kandidat nomor urut 3 ini memformulasikan lima pilar misi strategis sebagai taksonomi kerja pembangunan Desa Insit untuk periode enam tahun ke depan:
Akuntabilitas dan Transparansi Tata Kelola (Good Village Governance): Menerapkan prinsip keterbukaan publik dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta Alokasi Dana Desa (ADD) yang presisi, responsif, dan berintegritas.
Pembangunan Infrastruktur Berbasis Kebutuhan Riil: Memprioritaskan konektivitas jalan dan fasilitas publik dengan pendekatan berbasis analisis skala prioritas, guna menjamin pemerataan pembangunan di seluruh konstituen wilayah dusun.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Penguatan Ekosistem UMKM: Mendorong diversifikasi ekonomi warga melalui pendampingan produktif pada sektor pertanian, perikanan/nelayan, serta UMKM guna meningkatkan resiliensi ekonomi masyarakat.
Reformasi Pelayanan Publik yang Inklusif: Menjamin pelayanan administratif yang efisien, berkeadilan, dan merata tanpa diskriminasi primordial maupun preferensi politik.
Kapitalisasi Pemuda dan Kesetaraan Gender: Membuka ruang partisipasi aktif bagi elemen pemuda dan perempuan melalui program pengembangan kapasitas kreativitas, literasi pendidikan, keolahragaan, serta wirausaha mandiri.
Tidak hanya berfokus pada dimensi pembangunan fisik (hard infrastructure), Fadli turut meletakkan perhatian mendalam pada penguatan struktur nilai spiritual dan kebudayaan (soft infrastructure). Rencana strategisnya mencakup pelembagaan program pembinaan generasi Qur’ani melalui dukungan terhadap giat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta pelestarian entitas budaya Melayu dan kohesi antar-etnis di Desa Insit.
Menurutnya, pembangunan yang berkesinambungan harus berdiri seimbang di atas pilar kemajuan material dan keteguhan identitas kultural.
Menutup keterangannya, Fadli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pilkades sebagai momentum rasional dalam menentukan sublimasi arah masa depan desa.
“Pilkades ini merupakan momentum konsolidasi demokrasi warga untuk menentukan trayektori pembangunan Desa Insit selama enam tahun ke depan. Mari kita kawal proses ini demi terwujudnya tata kelola desa yang terbuka, inklusif, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***(Khairul)












