Breaking News
Berita  

Komando Tegas Camat Zainal dan Pak Daud: Tasik Putri Puyu Serentak Tabur Abate Gagah Melawan DBD

MITRAPOL-ID- TASIK PUTRI PUYU – Langkah cepat dan konkret terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Tasik Putri Puyu dalam melindungi keselamatan warganya dari ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Dipimpin langsung oleh Camat Tasik Putri Puyu, Zainal, S.E., bersama Kepala UPT Puskesmas Bandul, Pak Daud, gerakan Larvasidasi Massal dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus digelar secara serentak dan masif di Desa Bandul pada Kamis (30/7/2026).

Aksi nyata ini merupakan wujud kepemimpinan responsif Camat Zainal dalam menindaklanjuti instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus membuktikan komitmen tinggi jajaran UPT Puskesmas Bandul di bawah komando Pak Daud dalam membentengi masyarakat dari ancaman nyamuk Aedes aegypti.

Sejak pagi, suasana UPT Puskesmas Bandul tampak solid. Camat Zainal bersama Pak Daud berhasil menggalang kekuatan penuh lintas sektor—mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, aparat keamanan, hingga para kader kesehatan—untuk turun langsung ke pemukiman warga.

Tak sekadar membuka acara, Camat Zainal bersama Pak Daud mengawal ketat jalannya penaburan bubuk larvasida (Abate), pemeriksaan jentik berkala, hingga edukasi kesehatan rumah ke rumah.

“Hari ini saya bersama Pak Daud dari UPT Puskesmas Bandul dan seluruh unsur lintas sektor Kecamatan Tasik Putri Puyu bergerak bersama. Ini bentuk kewaspadaan tertinggi kita dalam melindungi masyarakat dari ancaman DBD,” tegas Camat Zainal penuh semangat saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Zainal, DBD adalah ancaman serius yang tidak memandang usia. Karena itu, gerak cepat Puskesmas Bandul di bawah arahan Pak Daud yang membagikan bubuk Abate hingga ke tingkat bidan desa patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Persiapan matang yang dirancang oleh Kapus Pak Daud dan tim UPT Puskesmas Bandul menjadi kunci suksesnya gerakan ini. Jauh sebelum hari pelaksanaan, Pak Daud telah memetakan wilayah rawan dan memastikan seluruh persediaan bubuk Abate terdistribusi dengan baik melalui bidan desa, RT/RW, dan kader kesehatan.

Kerja keras Pak Daud dan jajarannya mendapat pujian langsung dari Camat Zainal. Menurutnya, kolaborasi Puskesmas yang proaktif dan responsif ini adalah contoh nyata pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kendati fasilitas dan logistik telah disiapkan optimal oleh Kapus Pak Daud dan jajaran medis, Camat Zainal menegaskan bahwa benteng pertahanan terkuat tetap ada di tangan masyarakat itu sendiri.

“Pak Daud dan UPT Puskesmas Bandul sudah bekerja keras menyediakan bubuk larvasida serta memberikan edukasi menyeluruh. Namun, kunci keberhasilan utama ada pada kepedulian warga. Gerakan ini baru akan berdampak maksimal jika dilakukan bersama secara berkelanjutan,” ujar Zainal.

Camat Zainal mengajak seluruh elemen warga Tasik Putri Puyu untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan menerapkan PSN 3M Plus:

Menguras tempat penampungan air secara rutin.

Menutup rapat wadah penampungan air.

Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Menaburkan bubuk Abate dari Puskesmas pada penampungan air yang sulit dikuras.

“Mari kita bersama-sama melindungi keluarga dan generasi penerus dari ancaman DBD. Lingkungan yang bersih adalah kunci utama masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tutup Camat Zainal mengakhiri sambutannya dengan penuh optimisme.

Melalui sinergi kuat antara Camat Zainal, Kapus Pak Daud, dan seluruh komponen masyarakat, Kecamatan Tasik Putri Puyu optimistis mampu memutus rantai penularan DBD secara total di wilayahnya.***

error: Content is protected !!