Breaking News
Berita  

“Tak Pulang ke Selatpanjang, Camat Pulau Merbau Bermalam di Pangkalan Balai Jelang Pencoblosan Pilkades”

MITRAPOL-ID- PULAU MERBAU— Menjelang pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, S.H., mengambil langkah berbeda. Ia memilih bermalam di Desa Pangkalan Balai, Rabu (7/10/2026), demi memastikan kesiapan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

Keputusan Hermansyah untuk tidak kembali ke Selatpanjang bukan tanpa alasan. Sehari menjelang pencoblosan, keberadaan pimpinan kecamatan di lokasi dinilai memudahkan koordinasi apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.

“Saya memilih tidur di Pangkalan Balai malam ini. Biasanya memang pulang-pergi dari Selatpanjang, tetapi besok sudah pencoblosan. Saya ingin tetap berada di sini supaya kalau ada sesuatu yang perlu dikoordinasikan bisa langsung ditangani,” ujar Hermansyah saat menyampaikan sambutan dalam rangka persiapan Pilkades di Desa Pangkalan Balai, Rabu (7/10/2026).

Bagi pemerintah kecamatan, momentum menjelang pencoblosan bukan hanya menyangkut kesiapan teknis panitia. Stabilitas keamanan, komunikasi antarpihak, serta kondisi masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu dipastikan tetap terkendali hingga seluruh tahapan pemungutan suara selesai.

Desa Pangkalan Balai sendiri merupakan salah satu dari dua desa di Kecamatan Pulau Merbau yang melaksanakan Pilkades serentak. Selain Pangkalan Balai, pencoblosan juga berlangsung di Desa Baran Melintang pada Kamis (8/10/2026).

Sebelum memutuskan bermalam di Pangkalan Balai, Hermansyah bersama Sekretaris Kecamatan, Tim Pengawas Pilkades Kecamatan Pulau Merbau, Panwascam serta unsur aparat keamanan telah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan di kedua desa.

Pengamanan juga menjadi perhatian. Kapolsek Tebing Tinggi Barat IPDA Dominikus Turnip, S.E., bersama personel Bhabinkamtibmas turut memastikan situasi keamanan menjelang hari pemungutan suara.

Hermansyah menegaskan, keberadaannya di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melihat kesiapan tempat pemungutan suara atau kelengkapan teknis lainnya. Lebih dari itu, ia ingin memastikan jalur komunikasi antara pemerintah kecamatan, panitia Pilkades, pengawas dan aparat keamanan tetap terbuka dan dapat bergerak cepat apabila diperlukan.

“Yang kami harapkan tentu tidak ada persoalan. Masyarakat silakan menentukan pilihannya masing-masing, tetapi keamanan, kedamaian dan persaudaraan harus tetap dijaga. Pilkades harus menjadi pesta demokrasi yang berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif selama proses pencoblosan hingga seluruh tahapan selesai.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan maupun ketenteraman di tengah masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Pulau Merbau berharap pemungutan suara di Desa Pangkalan Balai dan Desa Baran Melintang dapat berlangsung aman, tertib dan lancar, serta seluruh tahapan Pilkades dapat diselesaikan sesuai ketentuan hingga penetapan hasil.

Dengan memilih tetap berada di Pangkalan Balai pada malam sebelum pencoblosan, Hermansyah ingin memastikan bahwa koordinasi tidak berhenti ketika jam kerja berakhir. Bagi pemerintah kecamatan, kesiapan menghadapi hari pemungutan suara juga berarti kesiapan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.***