Breaking News
Berita  

“Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Abu Hanifah Tanamkan Budaya Gotong Royong di Dispersip Meranti”

MITRAPOL-ID- SELATPANJANG — Gotong royong bukan sekadar aktivitas membersihkan lingkungan. Di tengah rutinitas birokrasi dan pelayanan publik, budaya kebersamaan justru menjadi energi penting untuk membangun kekompakan aparatur sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Pesan itu mengemuka saat Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, S.M., M.M., hadir dalam kegiatan gotong royong yang digelar jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (8/10/2026).

Kehadiran Muzamil bersama Asisten III Setda Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, M.Pd. dan Kabid Perkim Zainal memberikan makna tersendiri. Gotong royong yang berlangsung di lingkungan Dispersip tersebut tidak hanya berbicara mengenai kebersihan, tetapi juga menyentuh nilai yang lebih luas: bagaimana aparatur membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat hubungan kerja.

Muzamil menegaskan, lingkungan kantor pemerintahan merupakan bagian dari wajah pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan tidak semestinya dibebankan kepada individu atau bidang tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

“Gotong royong merupakan bagian dari budaya kebersamaan. Ketika seluruh jajaran memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan saling membantu, tentu akan tercipta suasana kerja yang lebih nyaman dan harmonis. Semangat seperti ini perlu terus dipelihara,” ujar Muzamil.

Menurutnya, kebersamaan yang tumbuh dari aktivitas sederhana seperti gotong royong dapat menjadi bagian dari pembentukan etos kerja aparatur. Ketika komunikasi dan kepedulian antarpersonel terjaga, pelaksanaan tugas pemerintahan diharapkan dapat berjalan semakin baik.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan jajaran Dispersip di bawah kepemimpinan Kepala Dispersip Kepulauan Meranti, Dr. Abu Hanifah.

Bagi Abu Hanifah, gotong royong bukan kegiatan seremonial ataupun sekadar membersihkan halaman kantor. Di balik aktivitas tersebut terdapat nilai kebersamaan, kepedulian dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat bekerja.

“Gotong royong ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan. Ada nilai kebersamaan dan kepedulian yang ingin kita tumbuhkan. Kita bekerja di lingkungan pelayanan publik, sehingga kebersihan dan kenyamanan harus menjadi perhatian bersama,” kata Abu Hanifah.

Ia berharap budaya tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Sebaliknya, semangat saling membantu dan memiliki rasa tanggung jawab bersama dapat menjadi kebiasaan dalam menjalankan tugas kedinasan sehari-hari.

“Kalau kita kompak, saling membantu dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan kerja, insyaallah pekerjaan akan lebih ringan dan pelayanan kepada masyarakat juga dapat kita lakukan dengan lebih baik,” ujarnya.

Bagi Dispersip, kekompakan internal menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan berbagai program. Sebab, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya membutuhkan sistem dan administrasi yang tertata, tetapi juga membutuhkan kerja sama antarpersonel.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi jajaran Dispersip untuk mempererat komunikasi. Rutinitas pekerjaan dan pelayanan sejenak berpadu dengan aktivitas bersama yang menciptakan suasana kerja lebih cair.

Sekretaris Dispersip Kepulauan Meranti, Amat Safi’i, M.Kom., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kekompakan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

“Gotong royong menjadi momentum untuk saling membantu dan memperkuat kebersamaan. Kita berharap semangat seperti ini terus terjaga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Perkim Zainal menilai kegiatan bersama tersebut memiliki nilai positif karena mampu mempertemukan berbagai unsur dalam suasana yang lebih dekat.

“Kegiatan seperti ini bagus untuk membangun kebersamaan. Selain lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, komunikasi serta silaturahmi antarjajaran juga semakin terjalin,” katanya.

Kehadiran Wakil Bupati Muzamil Baharudin, Asisten III Atan Ibrahim, M.Pd., dan Kabid Perkim Zainal sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan kerja dapat menjadi bagian dari semangat bersama lintas unsur pemerintahan.

Di bawah kepemimpinan Dr. Abu Hanifah, Dispersip Kepulauan Meranti berupaya menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih, tertata dan nyaman. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, gotong royong di lingkungan Dispersip bukan hanya soal menyapu, membersihkan halaman atau menata lingkungan kantor.

Ada pesan yang jauh lebih sederhana sekaligus penting: kebersihan membutuhkan kepedulian bersama, kekompakan membutuhkan komunikasi, dan pelayanan publik membutuhkan aparatur yang mampu bekerja sebagai satu tim.

Dari lingkungan kerja yang terawat, tumbuh rasa memiliki. Dari rasa memiliki, lahir kepedulian. Dan dari kepedulian itulah semangat pelayanan kepada masyarakat dapat terus diperkuat.***(Khairul)