MITRAPOL-ID- MERANTI — Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti bersama jajaran Polsek memperkuat pendekatan preventif dan komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan Jumat Keliling yang dilaksanakan secara serentak di 30 masjid, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar sekitar 2.400 jemaah di berbagai wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Tidak sekadar menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran kepolisian juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bersama-sama menjaga pelaksanaan Pilkades Serentak Oktober 2026 agar berlangsung aman, tertib dan demokratis.
Kegiatan Jumat Keliling menjadi ruang strategis bagi kepolisian untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pesan-pesan kamtibmas disampaikan secara langsung dari masjid ke masjid, sekaligus membuka ruang dialog dengan jemaah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Di Masjid Al Istiqomah, Jalan Utama Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, kegiatan dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah karhutla. Menurutnya, kondisi geografis Meranti yang memiliki kawasan lahan gambut membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian bersama.
“Saat ini kita perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang banyak memiliki lahan gambut menjadikan potensi karhutla harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Gede Adi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di tempat yang berpotensi memicu kebakaran.
Kapolres juga meminta masyarakat segera memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak memerun atau membakar sampah, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” ujarnya.
Selain isu karhutla, perhatian kepolisian juga diarahkan pada kesiapan masyarakat menghadapi Pilkades Serentak Oktober 2026.
Kapolres mengajak seluruh masyarakat menjadikan perbedaan pilihan sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Perbedaan dukungan terhadap calon kepala desa, katanya, jangan sampai berkembang menjadi konflik sosial yang dapat merusak persatuan masyarakat.
“Mari kita laksanakan Pilkades Serentak dengan damai, jujur, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan. Siapapun yang nantinya terpilih, mari kita hormati hasilnya dan kita dukung bersama demi kemajuan desa,” pesan Gede Adi.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, ujaran kebencian maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi memecah belah persatuan menjelang tahapan Pilkades.
Jumat Keliling tersebut dilaksanakan secara serentak oleh Polsek Tebing Tinggi, Polsek Rangsang Barat, Polsek Rangsang, Polsek Merbau dan Polsek Tebing Tinggi Barat. Kegiatan melibatkan para pejabat kepolisian, Bhabinkamtibmas serta personel di masing-masing wilayah.
Di Masjid Al Istiqomah, kegiatan turut dirangkai dengan Jumat Berkah. Jajaran kepolisian membagikan ratusan paket makanan dan minuman kepada jemaah serta menyerahkan sarana kontak dan tali asih kepada pengurus masjid.
Usai penyampaian pesan kamtibmas, Kapolres bersama personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka berbaur dengan jemaah, warga dan tokoh masyarakat.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Dengan pendekatan yang humanis, kepolisian berharap berbagai persoalan keamanan di lingkungan masyarakat dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyosialisasikan Call Centre 110 Polri sebagai kanal yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan, informasi maupun pengaduan terkait gangguan kamtibmas.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Kepulauan Meranti menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui langkah penegakan hukum, tetapi juga melalui pencegahan, komunikasi, edukasi dan penguatan kemitraan bersama masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi Kabupaten Kepulauan Meranti yang semakin aman dan kondusif, sekaligus mendorong masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan serta mengawal pesta demokrasi desa agar berlangsung damai, tertib dan bermartabat.***












