MITRAPOL-ID- MERANTI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengejar komitmennya dalam mengentaskan pemukiman tidak layak huni melalui pengawalan masif program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH), Agustiono, Kabupaten Kepulauan Meranti sukses mengamankan total alokasi 997 unit bantuan bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Pengawalan ketat dan terukur yang dilakukan jajaran Dinas Perkimtan-LH memastikan program bantuan tersebut dapat mengalir secara intensif dan bertahap hingga ke pelosok daerah.
Kadis Perkimtan-LH Kepulauan Meranti, Agustiono, menegaskan bahwa fokus utama dinasnya saat ini tidak sekadar mengejar kuota kuantitas, tetapi memprioritaskan kualitas dan ketepatan sasaran pengerjaan di lapangan.
“Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan alokasi bantuan bedah rumah sebanyak 997 unit. Seluruh penyaluran dan pengerjaannya kami kawal secara bertahap agar hasilnya benar-benar memenuhi kriteria hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat,” tegas Agustiono.
Ia merincikan, pada tahap pertama pelaksanaan, sebanyak 200 unit rumah telah diproses dengan capaian yang amat signifikan. Dari jumlah tersebut, 67 unit rumah telah selesai 100 persen, sementara 133 unit sisanya sedang dalam pengerjaan tahap akhir.
Agustiono memastikan tim teknis Perkimtan-LH rutin mengawasi fisik bangunan di lapangan untuk meminimalisasi kendala teknis dan menjamin kualitas material yang digunakan.
Keberhasilan Meranti mengamankan alokasi bedah rumah hingga nyaris menembus angka seribu unit ini tak lepas dari langkah diplomasi dan kolaborasi aktif yang dibangun Agustiono bersama instansi pusat dan pemangku kepentingan terkait.
Sinergi BNPP (Tahap 8 & 9): Sebanyak 767 unit rumah berhasil dialokasikan hasil kolaborasi strategis Pemkab Meranti dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
“Untuk alokasi 767 unit dari kolaborasi bersama BNPP, saat ini sudah memasuki tahapan krusial, yaitu proses pemilihan terbuka toko material penyedia bahan bangunan,” terang Agustiono.
Dukungan DPR RI: Meranti juga berhasil mendapatkan tambahan 30 unit rumah yang diperuntukkan bagi warga Desa Tanjung Bunga melalui usulan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani. Saat ini, tim Perkimtan-LH sedang merampungkan proses verifikasi by name by address agar tidak salah sasaran.
Menutup keterangannya, Agustiono menekankan bahwa program bedah rumah yang diusung Dinas Perkimtan-LH ini berorientasi jangka panjang demi mendongkrak indeks kualitas hidup masyarakat di daerah kepulauan.
“Bedah rumah bukan sebatas perbaikan fisik dinding atau atap semata. Ini adalah investasi sosial pemerintah dalam menghadirkan rasa aman, kesehatan keluarga, dan kenyamanan hidup. Kami bertekad mengawal seluruh tahapan ini hingga tuntas agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Agustiono.***(Khairul)












