Mitrapol.id BENGKALIS – Polemik pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Ketam Putih kembali mencuat. Sejumlah pekerja yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut dikabarkan hingga kini belum menerima upah kerja mereka secara penuh, meski proyek telah selesai dikerjakan.
Kekecewaan disampaikan oleh pelaksana program yang mengaku sebelumnya telah menerima komitmen langsung dari Kepala Desa Ketam Putih untuk membantu penyelesaian biaya pembangunan, termasuk pembayaran upah para pekerja.
Menurutnya, sejak awal pihak desa telah mengetahui bahwa anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk menuntaskan seluruh pekerjaan. Kondisi tersebut bahkan telah dikomunikasikan kepada pihak kecamatan.
“Pada saat itu sudah disampaikan bahwa anggaran tidak cukup. Kami mendapat keyakinan bahwa kekurangan biaya, baik material maupun upah tukang, akan dibantu. Karena ada komitmen itu, pekerjaan tetap kami lanjutkan sampai selesai,” ujarnya.
Namun setelah pembangunan rampung, janji yang disampaikan tersebut hingga kini belum terealisasi. Pelaksana program menilai alasan keterbatasan anggaran desa yang kini disampaikan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengabaikan hak para pekerja.
“Kalau memang dari awal anggaran tidak ada, mengapa ada janji untuk membantu menyelesaikan biaya pekerjaan? Sekarang pekerjaan sudah selesai, tetapi upah masyarakat yang bekerja masih banyak yang belum dibayar,” katanya.
Persoalan ini dinilai tidak hanya menyangkut administrasi anggaran, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah desa. Apalagi pembangunan jembatan tersebut dilakukan demi kepentingan masyarakat luas.
Pelaksana program mendesak Kepala Desa Ketam Putih segera mengambil langkah konkret dan mengeluarkan kebijakan untuk menyelesaikan tunggakan upah pekerja yang hingga kini masih menunggu kepastian.
“Kami hanya meminta janji yang pernah disampaikan ditepati. Banyak pekerja yang menggantungkan harapan dari upah itu. Jangan sampai masyarakat yang sudah bekerja justru menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Ketam Putih belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dibayarkannya upah pekerja maupun langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.*(Team)




