Breaking News

Rumah KAMMI Peduli Langsa Salurkan Donasi Tahap I dan II Senilai Rp.20.050.000 untuk Korban Bencana Banjir Aceh Tamiang

Rumah KAMMI Peduli Langsa Salurkan Donasi Tahap I dan II Senilai Rp.20.050.000 untuk Korban Bencana Banjir Aceh Tamiang

MITRAPOL.id | Kota Langsa – Rumah Kami Peduli (RKP) Langsa terus menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (21/12/2025).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sebagai respons atas dampak banjir yang melanda wilayah tersebut, dengan total donasi tahap I dan tahap II mencapai Rp.20.050.000.

Penyaluran bantuan tahap I telah dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, dengan total donasi sebesar Rp.4.790.000. Bantuan tahap pertama ini difokuskan sebagai respons cepat darurat untuk membantu masyarakat terdampak dalam memenuhi kebutuhan mendesak pascabanjir.

Selanjutnya, penyaluran bantuan tahap II dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan nilai donasi sebesar Rp.15.260.000. Bantuan tahap II difokuskan sepenuhnya ke Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wilayah dengan tingkat dampak paling parah.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan dan sandang, air bersih, serta perlengkapan ibadah berupa mukena, sejadah, dan sarung. Selain bantuan fisik, tim RKP Langsa juga menggelar kegiatan traumatik healing bagi anak-anak korban banjir sebagai upaya pemulihan psikologis pascabencana.

Penanggung Jawab RKP Daerah Langsa, Aqsha Ansari, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan langsung terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Melalui penyaluran tahap I dan tahap II ini, kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi, sekaligus memberikan perhatian pada pemulihan mental anak-anak yang terdampak langsung oleh bencana,” ujar Aqsha.

Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Desa Baling Karang, Kabupaten Aceh Tamiang. Saat ditemui tim RKP Langsa, Datok Desa Baling Karang menyampaikan bahwa seluruh wilayah permukiman warga terendam banjir.

“Seluruh pemukiman di desa kami terendam banjir. Warga terpaksa mengungsi ke sekolah dasar yang ada di desa ini karena hanya itu satu-satunya lokasi yang tidak terendam air,” ungkap Aqsha.

Ia juga menjelaskan bahwa warga Desa Baling Karang mengalami isolasi total selama kurang lebih 10 hari akibat terputusnya akses darat.

“Selama hampir sepuluh hari kami terisolasi karena akses darat terputus. Bantuan tidak bisa masuk dan warga juga tidak bisa keluar untuk meminta pertolongan,” tambahnya.

Situasi tersebut berdampak langsung pada kondisi pangan warga. Seorang warga Desa Baling Karang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa selama masa isolasi, warga terpaksa bertahan dengan bahan pangan seadanya.

“Karena bantuan tidak bisa masuk dan kami tidak bisa keluar desa, warga terpaksa mengambil padi yang sudah berlumpur untuk dimasak dan dimakan. Itu satu-satunya cara agar kami bisa bertahan hidup,” tuturnya.

Medan yang sulit juga dirasakan langsung oleh tim relawan RKP Langsa saat menyalurkan bantuan.
Akses jalan menuju lokasi terdampak tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat, sehingga para relawan terpaksa memikul langsung barang-barang donasi melewati jalur yang berlumpur dan licin.

Selain itu, tim relawan juga harus menyebrangi sungai menggunakan getek (perahu penyeberangan tradisional) agar bantuan dapat sampai ke lokasi pengungsian warga.

Kondisi tersebut menggambarkan beratnya tantangan penyaluran bantuan di wilayah terdampak banjir. Meski demikian, relawan tetap berupaya memastikan bantuan tiba langsung di tangan masyarakat yang membutuhkan.

Melalui total penyaluran donasi Rp.20.050.000 pada Kamis, 11 Desember 2025 dan Minggu, 21 Desember 2025, RKP Langsa berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah situasi bencana yang masih berlangsung.

RKP Langsa kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Bencana ini adalah ujian kemanusiaan bersama. Kami berharap sinergi semua pihak dapat terus terbangun agar masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak,” tutup pernyataan resmi RKP Langsa.

(Red) 

Penulis: Said Yan Rizal"Editor: MITRAPOL.id