Breaking News
Berita  

Pimpin Gotong Royong Massal, Kades Mastowi dan Sekdes Darwis Perkuat Kepedulian Lingkungan di Sungai Anak Kamal

MITRAPOL-ID- SUNGAI ANAK KAMAL – Menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar persoalan merapikan jalan, melainkan bagian dari membangun kesadaran kolektif dan memperkuat persatuan masyarakat. Semangat inilah yang terus ditumbuhkan Pemerintah Desa Sungai Anak Kamal melalui kegiatan gotong royong massal yang melibatkan aparatur desa bersama masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sungai Anak Kamal, Mastowi, S.Pd., kegiatan gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah desa dalam merawat lingkungan sekaligus mempertahankan tradisi kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Peran Sekretaris Desa, Darwis, turut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dan memperkuat sinergi di lingkungan pemerintahan desa.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga 16.30 WIB itu difokuskan pada pembersihan jalan sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer, dimulai dari Jalan Nurul Istiqomah, Dusun III, hingga Jalan Geronggang, Dusun II, Desa Sungai Anak Kamal.

Aksi bersama tersebut tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara aparatur pemerintah desa dan masyarakat dalam merawat fasilitas serta lingkungan tempat tinggal mereka.

Kepala Desa Sungai Anak Kamal, Mastowi, S.Pd., menegaskan bahwa gotong royong memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Menurutnya, budaya tersebut merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tidak terkikis oleh perubahan zaman dan meningkatnya sikap individualisme.

“Gotong royong adalah warisan leluhur yang memiliki nilai luhur dan tidak boleh kita tinggalkan. Sejak dahulu, para pendahulu kita mengajarkan bahwa pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama. Nilai inilah yang harus terus kita jaga, kita hidupkan, dan kita wariskan kepada anak cucu kita,” ujar Mastowi.

Ia menjelaskan, kemajuan desa tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya rasa persaudaraan, kepedulian sosial, serta kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kepentingan bersama.

Karena itu, Mastowi mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak memandang gotong royong sebagai kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, budaya tersebut harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran setiap warga untuk menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

“Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal gotong royong dari cerita orang tua, tetapi tidak lagi merasakan dan melaksanakannya. Mari kita buktikan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan masyarakat Desa Sungai Anak Kamal,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat memulai kepedulian dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan jalan, merawat lingkungan sekitar rumah, serta membangun kebiasaan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sungai Anak Kamal, Darwis, menjadi bagian dari jajaran pemerintahan desa yang mendukung pelaksanaan kegiatan gotong royong sebagai agenda bersama pemerintah dan masyarakat.

Keterlibatan aparatur desa dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama dalam membangun lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman. Sinergi antara kepala desa, sekretaris desa, aparatur pemerintahan, serta masyarakat menjadi unsur penting agar kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Sungai Anak Kamal menjadikan gotong royong massal sebagai agenda rutin yang dilaksanakan satu kali setiap bulan. Kegiatan ini sekaligus mendukung gotong royong di tingkat rukun tetangga (RT) yang dijadwalkan setiap Jumat sore.

Dengan pola kegiatan yang berkesinambungan, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan massal selesai dilaksanakan, tetapi terus terpelihara melalui partisipasi warga di wilayah masing-masing.

Gotong royong di Sungai Anak Kamal memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah desa memiliki peran menggerakkan dan memfasilitasi kegiatan, sedangkan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutannya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sungai Anak Kamal berharap kebersihan jalan dan lingkungan semakin terjaga, akses masyarakat menjadi lebih nyaman, serta hubungan silaturahmi antara aparatur desa dan warga semakin erat.

Mastowi bersama jajaran pemerintah desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat kebersamaan, baik dalam kegiatan kebersihan lingkungan maupun dalam berbagai upaya membangun desa.

Sebab, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik, tetapi juga desa yang masyarakatnya peduli, kompak, dan bersedia bekerja bersama demi kepentingan bersama.

Dengan semangat “Bersama Kita Bisa, Bersama Kita Membangun Desa”, Pemerintah Desa Sungai Anak Kamal terus mendorong tumbuhnya budaya gotong royong sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus fondasi untuk mewujudkan desa yang bersih, harmonis, dan berkelanjutan.***