Breaking News

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Dampak Banjir Bandang di Serbajadi Kab. Aceh Timur, Tiga Desa Diperkirakan Hilang Diterjang Arus

Mendagri Tito Karnavian Tinjau Dampak Banjir Bandang di Serbajadi Kab. Aceh Timur, Tiga Desa Diperkirakan Hilang Diterjang Arus

MITRAPOL.id | ACEH TIMUR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh pada Senin (22/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, serta Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin.

Rombongan meninjau langsung kondisi pasca-banjir bandang di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, guna memastikan langkah percepatan penanganan dan bantuan bagi warga terdampak.”

Kehadiran rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat yang masih berupaya bangkit setelah bencana besar melanda pada Rabu, 26 November 2025 lalu.

Dalam tinjauannya, Tito menyaksikan langsung kerusakan parah akibat longsor dan terjangan air yang mengubah bentang alam wilayah tersebut.

“Kita bisa lihat langsung kondisi di Desa Lokop ini. Banjir bandang di Serbajadi sangat luar biasa. Kayu-kayu besar beserta akarnya terbawa arus sungai yang sangat kuat.

Ini kekuatan alam yang dahsyat, bahkan kayu yang sulit diangkat alat berat pun bisa berpindah dan menciptakan aliran sungai baru,” ujar Tito Karnavian.

Dampak paling memilukan dari bencana ini adalah hilangnya tiga desa di Kecamatan Serbajadi, yakni Desa Umah Sunti, Desa Umah Taring, dan Desa Ujung Karang. Ketiga desa tersebut tenggelam dan luluh lantak diterjang material banjir.

Mendagri mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam masa tanggap darurat. “TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, KKTN, dan seluruh masyarakat telah bekerja keras. Bantuan logistik, pakaian, dan pengungsian terus kita upayakan,” tambahnya.

Terkait infrastruktur, Tito mencatat bahwa PLN sedang bekerja ekstra untuk memulihkan kelistrikan. Meski saluran utama telah lancar, perbaikan pada jaringan kecil yang tumbang masih terus dikebut.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga memastikan adanya tambahan kekuatan berupa peralatan berat dan bantuan dua unit truk untuk mempermudah mobilisasi logistik di medan yang sulit.

Ia berharap sinergi antara kementerian, lembaga, dan organisasi masyarakat dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi di Aceh Timur.

“Kita doakan agar proses pemulihan berjalan cepat. Semua pihak harus saling bahu-membahu untuk mengembalikan kehidupan masyarakat di sini,” pungkasnya.

(Red)

 

Penulis: Said Yan Rizal"Editor: MITRAPOL.id