Breaking News

Persebaya Cuci Gudang: 5 Pemain Asing Hengkang, Tavares Siapkan Wajah Baru

Persebaya Surabaya menghadapi perubahan signifikan menjelang musim 2026/2027 dengan kepergian lima pemain asing. Pintu keluar tim berjuluk Green Force ini dibuka oleh Bruno Moreira, yang menyampaikan salam perpisahannya pada Selasa, 2 Juni. Kepergian sang kapten ini melengkapi daftar pemain asing yang hengkang, termasuk Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, Pedro Matos, dan Milos Raickovic. Peristiwa ini menjadi sinyal dimulainya perombakan besar-besaran skuad asuhan Bernardo Tavares untuk menghadapi musim kompetisi mendatang.

Alasan di Balik Keputusan Bruno Moreira untuk Meninggalkan Persebaya

Bruno Moreira menjadi nama paling menonjol di antara para pemain asing yang meninggalkan Persebaya Surabaya musim ini. Pemain sayap asal Brasil ini mengakhiri masa baktinya selama empat musim yang penuh kenangan bersama tim kebanggaan Kota Pahlawan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Bruno Moreira menyampaikan pesan emosional kepada klub, masyarakat Surabaya, serta para suporter setia, Bonek dan Bonita. Ia menggambarkan empat tahun terakhir sebagai sebuah perjalanan luar biasa yang telah membentuk dirinya menjadi pribadi dan pemain yang lebih baik.

“Empat tahun bersama klub ini, kota ini, dan para penggemar ini. Jika saya bisa mengubah apa pun tentang perjalanan ini, akankah saya? Sama sekali tidak,” tulis Bruno Moreira dalam unggahannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat tiga alasan utama yang mendorong Bruno Moreira untuk memutuskan hengkang dari Persebaya.

  • Keinginan untuk Berkarier di Luar Indonesia: Alasan pertama adalah ambisi Bruno Moreira untuk melanjutkan kariernya di kancah sepak bola internasional, di luar batas kompetisi Indonesia.
  • Mengejar Kompetisi Level Tertinggi Asia: Alasan kedua berkaitan dengan keinginannya untuk merasakan atmosfer kompetisi level tertinggi di Asia, yaitu AFC Champions League Elite (ACL Elite). Mengingat belum ada klub Indonesia yang tampil di kompetisi tersebut, peluang ini harus dicari di luar negeri.
  • Keputusan Pribadi: Alasan ketiga adalah murni keputusan pribadi sang pemain yang telah dipertimbangkannya secara matang.

Meskipun Persebaya Surabaya sempat menawarkan perpanjangan kontrak dengan nilai gaji yang lebih tinggi, Bruno Moreira tetap teguh pada keputusannya untuk meninggalkan Indonesia demi mengejar target karier yang lebih besar.

Empat Musim Penuh Prestasi Sang Kapten Green Force

Kepergian Bruno Moreira meninggalkan jejak statistik yang mengesankan. Selama empat musim membela Persebaya Surabaya, pemain berusia 27 tahun ini menjelma menjadi salah satu figur paling konsisten di lini serang tim.

Pada musim 2025/2026, Bruno tampil dalam 28 pertandingan di Liga Super, berhasil mencetak 12 gol dan memberikan 8 assist. Catatan ini menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif di skuad Green Force pada musim lalu.

Secara total, sejak musim 2021/2022 hingga musim terakhirnya, Bruno telah membukukan 119 pertandingan liga bersama Persebaya Surabaya. Dalam periode tersebut, ia sukses mencetak 39 gol dan menyumbang 18 assist. Kontribusinya yang signifikan ini turut mendongkrak nilai pasarnya, yang berdasarkan data Transfermarkt, mencapai angka Rp 7,82 miliar.

Tak hanya berperan sebagai kapten tim, Bruno Moreira juga menjadi simbol perjuangan dan semangat juang Green Force dalam beberapa musim terakhir. Dalam pesan perpisahannya, Bruno secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa yang selalu mereka berikan. Ia bahkan menegaskan bahwa kenangan tentang Surabaya akan selalu ia bawa ke mana pun kariernya berlanjut.

Empat Pemain Asing Lainnya Telah Lebih Dulu Berpamitan

Sebelum Bruno Moreira resmi menyampaikan salam perpisahannya, empat pemain asing lainnya telah lebih dahulu mengakhiri kebersamaan mereka dengan Persebaya Surabaya. Keempat pemain tersebut adalah Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, Pedro Matos, dan Milos Raickovic.

Bruno Paraiba menjadi pemain asing pertama yang mengonfirmasi keputusannya untuk tidak melanjutkan kerja sama. Penyerang asal Brasil ini mengakui bahwa cedera yang dialaminya, yang membuatnya harus absen selama hampir dua bulan, menjadi salah satu faktor utama dalam keputusannya tersebut. Meskipun hanya mampu tampil dalam 11 pertandingan, Bruno Paraiba berhasil menyumbangkan lima gol dan dua assist. Produktivitasnya sebenarnya cukup menjanjikan, namun cedera yang dialami mempercepat akhir masa depannya di Surabaya.

Gustavo Fernandes juga mengakhiri masa baktinya setelah hanya enam bulan membela Green Force. Bek tengah yang bergabung pada 10 Januari 2026 ini tercatat tampil dalam 11 pertandingan, mencetak satu gol, dan mengumpulkan total 833 menit bermain.

Pedro Matos mengalami nasib serupa. Gelandang asal Portugal yang direkrut pada 22 Januari 2026 ini hanya mampu mencatatkan 12 pertandingan dengan total 570 menit bermain sebelum akhirnya dilepas pada akhir musim. Dalam pesan perpisahannya, Pedro mengakui bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan harapan. Meski demikian, ia merasa terhormat pernah mengenakan seragam Persebaya Surabaya dan mendapatkan dukungan luar biasa dari para suporter.

Milos Raickovic Meninggalkan Kenangan Manis Bersama Green Force

Nama terakhir yang resmi meninggalkan Persebaya adalah Milos Raickovic. Gelandang asal Montenegro ini menjadi salah satu pemain asing yang memberikan kontribusi penting bagi Persebaya Surabaya sepanjang musim 2025/2026.

Raickovic mencatatkan 33 pertandingan, tiga gol, empat assist, dan bermain selama total 2.618 menit. Catatan ini menunjukkan betapa vitalnya perannya di lini tengah Green Force sepanjang kompetisi musim lalu.

Dalam pesan perpisahan yang diunggah pada Senin, 1 Juni 2026, Milos menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh elemen klub yang telah memberikan dukungan selama ia berseragam Persebaya Surabaya. Ia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari salah satu klub terbesar di Indonesia.

“Sungguh suatu kehormatan dan hak istimewa untuk mengenakan seragam Persebaya,” tulis Raickovic dalam pesannya.

Milos juga memberikan apresiasi khusus kepada Bonek dan Bonita yang selalu hadir memberikan energi positif di setiap pertandingan. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan oleh para suporter menjadi pengalaman yang akan selalu ia kenang sepanjang karier sepak bolanya. Ia bahkan meyakini bahwa Persebaya Surabaya memiliki masa depan yang cerah dan berpeluang meraih lebih banyak kesuksesan pada musim-musim mendatang. Sebelum mengakhiri pesannya, Raickovic juga membuka kemungkinan untuk kembali bertemu dengan Green Force di masa depan.

Bernardo Tavares Memulai Fase Pembangunan Skuad Baru

Eksodus lima pemain asing ini menandakan bahwa Persebaya Surabaya tengah memasuki fase krusial dalam pembangunan ulang skuad. Pelatih Bernardo Tavares tampaknya telah memulai evaluasi menyeluruh terhadap tim setelah mengakhiri musim dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri.

Saat ini, baru dua pemain asing yang dipastikan bertahan di skuad Green Force, yaitu Francisco Rivera dan Jefferson Silva. Sementara itu, nasib empat pemain asing lainnya masih menunggu keputusan resmi dari manajemen klub.

Situasi ini membuka lebar peluang hadirnya wajah-wajah baru di bursa transfer mendatang. Dengan lima slot pemain asing yang kini kosong, Persebaya Surabaya memiliki ruang yang sangat besar untuk membangun kekuatan baru demi menghadapi persaingan yang semakin ketat pada musim 2026/2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!