PSM Makassar Segera Umumkan Nakhoda Baru untuk Musim 2026/2027
Manajemen PSM Makassar bergerak cepat dalam menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Target utama saat ini adalah memfinalisasi dan mengumumkan pelatih baru paling lambat pada tanggal 10 Juni 2026. Keputusan strategis ini dinilai krusial untuk memberikan waktu yang memadai bagi tim dalam mempersiapkan skuad secara optimal sebelum gelaran liga dimulai pada awal September mendatang.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengonfirmasi bahwa proses identifikasi dan finalisasi kandidat pelatih baru sedang berjalan. “Intinya target paling lambat 10 Juni kita sampaikan secara resmi, saat ini ada beberapa kandidat sedang kita finalkan,” ungkap Fajrin. Hal ini menjadi prioritas mengingat performa PSM Makassar di musim 2025/2026 yang mengalami penurunan signifikan.
Evaluasi Musim 2025/2026 dan Tantangan yang Dihadapi
Musim 2025/2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi PSM Makassar. Tim yang dijuluki Juku Eja ini gagal bersaing di papan atas klasemen, sebuah pencapaian yang kontras dengan ekspektasi. Rentetan hasil minor memaksa manajemen melakukan perubahan di kursi kepelatihan sebanyak dua kali selama musim tersebut.
-
Bernardo Tavares: Pelatih asal Portugal ini mengakhiri masa baktinya bersama PSM Makassar setelah pekan ketujuh. Setelah tiga setengah tahun menukangi tim, Tavares hanya mampu menempatkan PSM Makassar di peringkat ke-14 klasemen pada musim itu, dengan hanya meraih hasil dari tujuh pertandingan yang dilakoni.
-
Tomas Trucha: Sebagai suksesor Bernardo Tavares, pelatih asal Republik Ceko ini diharapkan mampu mengangkat performa tim. Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Trucha mendampingi Yuran Fernandes dan kawan-kawan hanya dalam 14 laga, di mana tim masih tertahan di peringkat ke-13.
Setelah kegagalan kedua pelatih tersebut, posisi pelatih kepala diisi oleh asisten pelatih, Ahmad Amiruddin, yang bertindak sebagai pelatih sementara (caretaker). Ia dibantu oleh Direktur Teknik, Zulkifli Syukur. Kolaborasi keduanya berhasil menyelamatkan PSM Makassar dari ancaman degradasi, memastikan tim tetap berkompetisi di kasta tertinggi musim depan. Kepastian ini diraih berkat keunggulan head-to-head atas Persis Solo, yang harus turun kasta. PSM Makassar mengakhiri musim di peringkat ke-15 dengan raihan 24 poin, hanya terpaut tipis di atas zona degradasi.
Kandidat Pelatih Baru dan Jejak Darije Kalezic
Di tengah spekulasi mengenai sosok pelatih baru, nama Darije Kalezic mencuat sebagai salah satu kandidat kuat. Pelatih asal Bosnia Herzegovina ini bukanlah sosok asing bagi PSM Makassar, mengingat ia pernah menangani tim pada tahun 2019.
Saat kepemimpinannya di tahun 2019, performa PSM Makassar di Liga 1 terbilang moderat. Tim ‘Ayam Jantan dari Timur’ tersebut menyelesaikan musim di peringkat ke-12 dengan 44 poin, hasil dari 13 kemenangan, lima kali imbang, dan 16 kekalahan.
Namun, pencapaian gemilang justru diraih Kalezic di turnamen Piala Indonesia 2019. Di bawah arahan Kalezic, PSM Makassar berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dalam pertandingan dua leg. Gelar juara Piala Indonesia tersebut menjadi momen bersejarah bagi PSM Makassar, mengakhiri dahaga gelar selama 19 tahun. Hingga kini, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini masih menyandang status juara bertahan Piala Indonesia, mengingat turnamen tersebut belum kembali digelar.
Mengenai rumor keterkaitan Darije Kalezic dengan PSM Makassar, Manajer Muhammad Nur Fajrin enggan memberikan komentar spesifik. “Saya kurang tahu ini rumornya bersumber dari mana. Kita belum ada informasi yang bisa disampaikan secara resmi,” ujarnya.
Pentingnya Keputusan Cepat dan Karakter Pelatih
Pengamat sepak bola, Toni Ho, menekankan urgensi bagi manajemen PSM Makassar untuk segera mengambil keputusan dalam menentukan pelatih baru. Semakin cepat pelatih ditetapkan, semakin besar peluang tim untuk melakukan persiapan yang matang sebelum kompetisi dimulai. Mengingat jadwal Super League musim 2026/2027 akan bergulir pada 4 September 2026, waktu yang tersedia semakin sempit.
“Keputusan harus cepat, lebih cepat lebih baik,” tegas Toni Ho.
Menurut pandangannya, secara fundamental, ilmu kepelatihan antar pelatih memiliki kesamaan. Perbedaan krusial terletak pada karakter dan kemampuan manajerial seorang pelatih. Seorang pelatih yang ideal harus memiliki keberanian untuk menegur pemain yang melakukan indisipliner atau menunjukkan sikap malas saat latihan.
“Ilmu kepelatihan sama semua, sisa karakter. Apakah pelatih baru masuk di dalam tim bisa bercampur dengan pemain dan pengurus untuk bangun tim solid, karena itu tujuannya,” jelas mantan pelatih PSM Makassar ini.
Lebih lanjut, Toni Ho berpendapat bahwa pelatih anyar PSM Makassar harus memiliki pemahaman mendalam mengenai filosofi, karakter, dan budaya masyarakat Bugis-Makassar. Mengingat PSM Makassar merupakan klub dengan sejarah panjang dan identitas kuat dalam persepakbolaan Indonesia, adaptasi budaya menjadi kunci keberhasilan.
“Pelatih yang masuk belajar budaya di sini, supaya karakternya cocok,” tutupnya.












